Tuesday, April 7, 2009

_Aku Terharu, dan....masih adakah..._



Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah.
Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut.
Suatu acara yang luar biasa mengesankan.


Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah.
Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.


Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel
di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah
tersebut.
“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita.
Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…”


Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.
Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.


Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.
“Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman…

Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan
bahwa airmata suaminya mulai mengalir…

“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya.

“Oh tidak, lanjutkan…” jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.
“Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.


Dengan suara perlahan suaminya berkata
“Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu.
Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…”


Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan
dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya.
Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…


Dalam hidup ini, banyak sekali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati.
Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut.

Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal
yang indah di sekeliling kita?


Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur
untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.


Kita bukanlah orang tanpa kekurangan, begitu pula dengan pasangan kita, kita tidak bisa membentuknya
menjadi sosok tanpa cacat..


kita ingin menerima setiap orang dalam hidup kita dengan segala kekurangannya sebagaimana mereka menerima kita
dalam hidup mereka…

Masa lalu adalah untuk dilupakan, tidak ada kendaraan secanggih apapun yang mampu membawa kita kembali kesana, jadi untuk apa mengungkitnya lagi?
Syukuri yang anda peroleh sekarang…lupakan yang telah lewat..
dan
Berbahagialah..




note:


aduuhhh,,,sumpah aku terharu banget,,,masih ada ga sih tipe suami seperti dia di jaman sekarang ini...heheheee...



Mudah2an calon suamiku kelak mau belajar menerima kekuranganku dan mau membimbingku dari segala ketidaksempurnaan seorang aku, amin....

2 comments:

al hakeem said...

aku yakin tipe suami yang kamu impikan pasti akan
kamu temukan jika kamu selalu berpikir positif untuk menemukan suami yang sesuai dengan kata hati kamu :)

Imam said...

seperti kamu pernah bilang kalo manusia hidup berpasang-pasangan itu agar bisa saling melengkapi satu sama lain karena memang tidak ada manusia yg sempurna di dunia ini.
belajar memahami kekurangan orang lain dan bersama sama memperbaikinya mungkin cara terbaik untuk menjaga hubungan.